Telegram RegisterThe public register of Telegram
Telegram profile photo for PUISI

Channel

PUISI

@puitis

On this record: Growth · Engagement · Reactions · Posts · Cite this entry

749subscribers

-10 since we began measuring on 6 August 2026

Risers and fallers across the register · movement among entries of Under 1,000.

Register entry

Telegram ID-1001285520493
TypeChannel
Username@puitis
CreatedBetween 1 April 2018 and 13 June 2021— estimated from Telegram’s id allocation, not measured. How this range is calculated.
First recorded6 August 2026
Last confirmed live22 August 2026
Measurements held4
Confirmed unchanged1 time, most recently 22 August 2026
On Telegramt.me/puitis

Growth

7497597546 August 2026 — 759 subscribers6 August 2026 — 759 subscribers14 August 2026 — 754 subscribers22 August 2026 — 749 subscribers6 August 202622 August 2026
4 measurements spanning 16 days, net -10. Dots are measurements; the straight line between them is drawn to join them, not to claim we know the path taken in between — snapshots are recorded only when a count changes, so gaps mean “no change observed”, never “interpolated”. The vertical axis spans 748–761 and does not start at zero.
Measurement log — every subscribers count we have recorded
Measured (UTC)SubscribersChange
22 Aug 2026, 01:58749-5
14 Aug 2026, 21:38754-5
6 Aug 2026, 15:51759no change
6 Aug 2026, 09:12759first reading

Engagement

20 posts held, back to 13 June 2021the reader has not yet reached the start of this channel’s public history, so older posts may sit further back, unread. Read across 1 pageof Telegram’s post history, 20 posts per page.

Nothing published in the last 30 days. ERR and ER are rolling 30-day measures, so there is nothing to compute — we hold 20 posts for this entry, the most recent from 31 December 2021. An engagement rate over an empty window would be a number about nothing.

Reaction mix

106 reactions across 17 posts, in 8 distinct kinds. The most used accounts for 43.4% of them.

Every reaction kind recorded on the sample, most used first
ReactionCountShareShare, drawn
👍4643.4%
4441.5%
😱76.60%
🤩43.77%
😢21.89%
🎉10.943%
👎10.943%
😁10.943%

No sentiment is inferred, and none should be read in. This table is ordered by count and by nothing else. Emoji do not carry stable meaning across languages or communities — 🙏 is thanks in one channel and mourning in another — so we publish which ones were pressed and how often, and pass no judgement on what an audience meant by them.

Precision. Telegram publishes reaction counts per emoji and short-forms each one — 4.34K, 1.2M — so any single kind at or above 1,000 reaches us at three significant figures, and only counts below 1,000 are exact. The shares above are ratios of those figures and carry the same error. This is also why the total here can differ slightly from a reaction total printed elsewhere on the page: both are sums of the same rounded parts, taken over samples with different edges.

Coverage. Reactions were read on 17 of the 20 sampled posts in this sample. Summed by Telegram’s own count on each post — not by adding up the per-emoji breakdown above — those same posts carry 106reactions in total: the kind of figure the paragraph above means by “a reaction total printed elsewhere on the page”.

Measured over the 20 most recent posts we hold, published 13 June 2021 to 31 December 2021, using the newest reading held for each. Telegram Stars are excluded: they are a payment, not a reaction, and they have their own section.

Recent posts

31 Dec 2021, 12:30 UTC≈11,800 views19 reactionsread 6 August 2026
Photo

Lampu-lampu ini Mengingatkanku pada masa lalu Ketika aku masih sekolah Ketika emak masih bisa membelikanku baju Dan bapak masih bisa membelikanku sepatu, sepeda, juga buku-buku. Mungkin, lampu-lampu ini adalah manifestasi, wujud nyata dari sebuah kenangan Redup, namun cahayanya seperti cukup memberikan penerangan, Menuntun siapapun yang ingin kembali. Jalan ini. Mengingatkanku pada masa lalu yang lain Ketika aku ha

😱7👍64😢2

2 Dec 2021, 23:17 UTC≈10,500 views16 reactionsread 6 August 2026

Langit yg terilahat saat kau menengadahkan kepala, entah itu impian atau kenyaatan akan terdengar suara lonceng saat kau tajamkan telinga . Hari ini maupun besok, akan terus berbunyi dentang lonceng yg jauh di atas awan selalu nyanyikan pujian untuk tanah sang pengembara.

7👍5🤩4

7 Nov 2021, 08:59 UTC≈10,800 views6 reactionsread 6 August 2026

#RIWAYAT# sungai ini merah dulu airnya oleh genangan darah kakek nenek kami sungai ini berbuncah dulu oleh perlawanan disambut letusan peluru bangkai-bangkai mengapung hanyut dibawa arus ke hilir bangkai kakek nenek kami bangkai-bangkai jepang mengambang dibabat parang kakek nenek kami demi hutan tanah air ibu bumi kami gagah berani kakek nenek kami menyerahkan riwayatnya pada batang-batang pohon sebesar seratus

👍41😁1

31 Oct 2021, 12:12 UTC≈8,850 views3 reactionsread 6 August 2026
Photo

Lampu-lampu ini Mengingatkanku pada masa lalu Ketika aku masih sekolah Ketika emak masih bisa membelikanku baju Dan bapak masih bisa membelikanku sepatu, sepeda, juga buku-buku. Mungkin, lampu-lampu ini adalah manifestasi, wujud nyata dari sebuah kenangan Redup, namun cahayanya seperti cukup memberikan penerangan, Menuntun siapapun yang ingin kembali. Jalan ini Mengingatkanku pada masa lalu yang lain Ketika aku har

2👍1

30 Oct 2021, 23:56 UTC≈7,850 views7 reactionsread 6 August 2026

Aku ingat ubud Ketika pagi baru saja di sulut Hangat dan damai senyum sang hyang Widhi Dalam rupa matahari. Aroma dupa menguar mengisi dada Bercampur asap rokok lintingan Doa-doa terselip di telinga Dan Kamboja-kamboja jatuh di pelupuk mata Sewarna senja kemarin, selepas hujan reda. Aku ingat ubud Di jalan ramayana Di depan coco mart nyaris kulepaskan nyawaku Ketika lapar memadamkan segalanya Pun tatap mataku Yang

👍52

22 Sept 2021, 18:00 UTC≈8,480 views5 reactionsread 6 August 2026

Ketika aku memiliki segalannya Aku lupa bagaimana caranya menekuk lutut Membawa keningku membumi Dan berterimakasih kepadaMU Aku bahkan tak menganggapMU ada aku merasa, bahwa semua yang telah kumiliki Dan apapun yang telah kucapai Adalah murni hasil dari kerja kerasku sendiri. Lalu, ketika aku kehilangan segalanya Dan tak punya apa-apa lagi yang tersisa Aku lupa bagaimana caranya berdiri Aku lupa bagaimana menengada

3👍2

1 Sept 2021, 11:17 UTC≈8,590 views9 reactionsread 6 August 2026

September Di berandamu gigil nafas november telah menderu Melecut luka dan lebam di sepenjuru wajahmu Namun kau memilih diam Sebab dari sebalik perih luka-luka itu Ada kedamaian yang kau rasakan. September Di jendela kamarmu, cahaya bulan mengantung Ragu cahayanya mengetuk matamu yang terjaga Di bawah bantalmu, terlipat ribuan doa dan harapan yang berdebu bergumul dengan waktu Pada penghujung kedip matamu November

4👍3🎉1👎1

31 Aug 2021, 11:54 UTC≈7,710 views7 reactionsread 6 August 2026

Maghrib, ibu Dan dari balik semesta yang bisu Aku mengingat lagi wajahmu Yang tersenyum ketika kau letakkan Lauk terkahir itu keatas piringku Dari bibirmu, kudengar : Kamu habiskan ya, ibu tak lapar. Dari perutmu, kudengar : Genderang perang yang mengerikan.

6👍1

31 Aug 2021, 00:09 UTC≈7,560 views9 reactionsread 6 August 2026

Mak.. Kau adalah tempat ku kembali dari pelarian panjang yg sia sia ... Tubuhmu adalah rumah dari segala resah. Pelukmu adalah segala isi bumi. Kau adalah nyala api yg abadi. Tanpamu aku hanyalah cuil kerikil di trotoar jalan , terinjak injak sepatu Kenyataan ...

8👍1

22 Aug 2021, 10:40 UTC≈7,560 views4 reactionsread 6 August 2026

Entah kenapa, senja ini ku kunjungi tempat dimana kita biasa membicarakan tentang rindu, tentang pertemuan-pertemuan pertama. Angin yang berlalu lalang, membawa aroma tubuh mu yang nyaris saja ku lupa. Merah berlutut di kaki mega. Aku terperangah, wahai kau yang begitu lekat di antara keping langkah ku. . . . . Lalu adzan maghrib melayang layang di udara, menyapu arah mata ku. Gemetar dalam waktu, aku meraih remah

👍31

20 Aug 2021, 22:13 UTC≈6,850 views1 reactionsread 6 August 2026

langgam pada sunyi ia telah mengabdi selarik api dimatanya tak pernah berhenti menari dan pada gunung-gunung yang menempa nafasnya ia kerapkali singgahkan doa. langgam pada tilas jejak dari raibnya kata-kata ia membaca tanda seserak deru kemarau yang menelingkup pohonan kesunyian dari jeda deburnya waktu digurat jemarinya, ia sebutkan satu nama.

1

20 Aug 2021, 21:20 UTC≈6,380 views2 reactionsread 6 August 2026

subuh kekasih dan kita masih terjaga dalam riuh yang merendah dalam keheningan tanpa jeda dan kesunyian itu menelingkup dari sebalik dadamu

👍2

Showing the 12 most recent of 20 posts we hold for @puitis. View and reaction counts are the latest single reading for each post, not a live figure, and a recent post is still accumulating both. A view count marked was rounded by Telegram before we ever saw it — t.me prints views in full below 1,000 and to three significant figures above, so ≈1,200,000 means somewhere between 1,150,000 and 1,249,999. Unmarked counts are exact. Text is reproduced from the public post preview and truncated for length.

Cite this entry

A live page changes as we take new readings, so a citation should name the measurement it is based on, not just the URL. The line below cites the subscriber count as measured 22 August 2026 — this entry's latest reading, not the date you are reading this.

“PUISI” (@puitis), 749 subscribers as measured 22 August 2026. Telegram Register, tgregister.com/channel/puitis.

Full measurement history, CC BY 4.0. Every reading this register holds for this entry, not just the latest one, as a dated, downloadable record: CSV · JSON. Free to use with attribution to tgregister.com. Each file carries its own generation timestamp, which is the figure to cite for exactly when the data was retrieved.