Pejalan kegelapan tidak berarti harus mencari terang, biarkan kegelapan menjadi keabadian mutlak yang tidak terkotori oleh terang 😁
⚡1

Channel
@bapakangkasa
On this record: Growth · Engagement · Reactions · Posts · Cite this entry
50subscribers
+0 since we began measuring on 7 August 2026
Risers and fallers across the register · movement among entries of Under 1,000.
| Telegram ID | -1001898275409 |
|---|---|
| Type | Channel |
| Username | @bapakangkasa |
| Created | Between 1 October 2022 and 30 September 2023 — estimated from Telegram’s id allocation, not measured. How this range is calculated. |
| First recorded | 10 August 2026 |
| Last confirmed live | 5 September 2026 |
| Measurements held | 4 |
| Confirmed unchanged | 1 time, most recently 5 September 2026 |
| On Telegram | t.me/bapakangkasa |
| Measured (UTC) | Subscribers | Change |
|---|---|---|
| 5 Sept 2026, 13:38 | 50 | -1 |
| 22 Aug 2026, 11:32 | 51 | +1 |
| 10 Aug 2026, 11:31 | 50 | no change |
| 7 Aug 2026, 13:08 | 50 | first reading |
20 posts held, back to 10 November 2025 — the reader has not yet reached the start of this channel’s public history, so older posts may sit further back, unread. Read across 1 page of Telegram’s post history, 20 posts per page.
Nothing published in the last 30 days. ERR and ER are rolling 30-day measures, so there is nothing to compute — we hold 20 posts for this entry, the most recent from 6 August 2026. An engagement rate over an empty window would be a number about nothing.
26 reactions across 16 posts, in 4 distinct kinds. The most used accounts for 80.8% of them.
| Reaction | Count | Share | Share, drawn |
|---|---|---|---|
| ❤ | 21 | 80.8% | |
| 💯 | 2 | 7.69% | |
| 🔥 | 2 | 7.69% | |
| ⚡ | 1 | 3.85% |
No sentiment is inferred, and none should be read in. This table is ordered by count and by nothing else. Emoji do not carry stable meaning across languages or communities — 🙏 is thanks in one channel and mourning in another — so we publish which ones were pressed and how often, and pass no judgement on what an audience meant by them.
Precision. Telegram publishes reaction counts per emoji and short-forms each one — 4.34K, 1.2M — so any single kind at or above 1,000 reaches us at three significant figures, and only counts below 1,000 are exact. The shares above are ratios of those figures and carry the same error. This is also why the total here can differ slightly from a reaction total printed elsewhere on the page: both are sums of the same rounded parts, taken over samples with different edges.
Coverage. Reactions were read on 16 of the 20 sampled posts in this sample. Summed by Telegram’s own count on each post — not by adding up the per-emoji breakdown above — those same posts carry 26 reactions in total: the kind of figure the paragraph above means by “a reaction total printed elsewhere on the page”.
Measured over the 20 most recent posts we hold, published 10 November 2025 to 6 August 2026, using the newest reading held for each. Telegram Stars are excluded: they are a payment, not a reaction, and they have their own section.
Pejalan kegelapan tidak berarti harus mencari terang, biarkan kegelapan menjadi keabadian mutlak yang tidak terkotori oleh terang 😁
⚡1
Kejadian 1 Ada orang yang berteman belasan tahun. Begitu temannya sukses bisnis, dia mendadak menarik diri, cari-cari kesalahan masa lalu si teman, lalu berbisik ke orang lain: "Ah, dia cuma beruntung aja, aslinya mah biasa aja." Kejadian 2 Di sebuah grup alumni, terjadi perdebatan politik atau agama sampai subuh. Saling kafir-mengkafirkan, saling bodoh-membodohi. Pas dicek, kedua orang yang debat ini besoknya sama-…
🔥2💯1
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi, bukan Majusi, dan bukan Muslim... Aku telah melampaui dualitas, aku melihat dua dunia sebagai satu
❤2
Khamenei sudah sampai pada Hening. Diledakkan rudal karena ia adalah "berhala" yang gagal disembah oleh pasar global. Kasihan kita di sini... Masih asyik memamah biak isu sektarian kiriman luar negeri. Kita merasa sedang membela Tuhan dengan membenci sesama, padahal kita cuma sedang “pesta pora di atas piring orang lain”. Kita lebih hafal dosa Syiah ketimbang cara menjaga kedaulatan halaman rumah sendiri yang seda…
❤1
Our Prophet is the real PUNK! Kenapa Muhammad itu The Real Punk? Karena punk sejati bukan soal teriak-teriak di panggung, tapi soal berani bilang TIDAK pada sistem yang menghisap darah rakyat! Saat semua orang Makkah menyembah 'berhala pasar' dan monopoli, Muhammad datang dan menghancurkan berhala-berhala itu—baik yang di Ka'bah maupun yang ada di dalam dompet para penindas. Dia tidak butuh jaket kulit atau rambut…
❤1
Hari minggu itu konstruk, awalnya dipakai kaum Pagan buat ritual pertujuh harinya. Inilah hari untuk dewa matahari. Tuhan kaum Pagan. Sejalan zaman, hari ini diluaskan, menjadi hari libur sedunia. Bukti bahwa orang-orang Pagan berkuasa. Dan kita merayakannya dengan malas-malasan, dan tentu sebagian lagi dengan piknik atau belanja-belanja. Ada juga yang terjebak tetap bekerja.
❤1
Rasul Muhammad pun ada di kiri, bersama kaum melarat. Beliau tidak pernah berada di tengah kaum konglomerat. Semua hadist mencatat sampai wafatnya beliau ada bersama para budak, kaum miskin, dan orang-orang yang terinjak.
❤1
Psikoanalisa sepintas sama dengan psikologi. Padahal beda, agak jauh bedanya. Psikologi itu sumur, psikoanalisa itu laut. Dalam psikologi, kita diajarkan ‘ilmu cepat kaya’, kalau dalam psikoanalisa, kita malah ditanya “ngapain kamu ingin cepat kaya?” Psikologi mengajarkan mentelesaikan masalah, di psikoanalisa kita dibuat tidak takut dengan masalah. Psikologi membuat kita bahagia, sementara psikoanalisa malah meng…
❤2
Ketika Muhammad Rasulullah mendapat risalah, yang pertama kali ia lakukan bukan lah sholat, melainkan melawan monopoli dan penindasan!
❤1
Banyak dari manusia sebetulnya tidak butuh uang banyak, tidak butuh kaya, karena aslinya mereka hanya butuh pamer ini itu kepada siapa saja. Masyarakat jenis ini yang ketika kaya, bisa kita lihat, cuma sibuk beli ini itu, bukan sibuk berbuat ini, dan bermanfaat di situ. Semoga dan kayaknya sudah, kita juga seperti itu. Eh kok kita, saya!
❤2
“Bang cara anda menghadapi orang bodoh yang ngajak debat gimana caranya?!” “Tinggal jawab pendek aja; anda betul!” “Tapi kan nanti dia bakal jumawa, merasa paling benar, dan terus melakukan usaha-usaha sok tahunya itu, bang.” “Iya, anda betul!”
❤2
Banyak yang ceramah-ceramah mewajibkan kita bersyukur, tapi tidak pernah memberitahu bagaimana caranya bersyukur, dan lebih dalam lagi, apa itu bersyukur? Karena tidak ada tempat yang bisa saya tanyakan perihal ini, maka saya cari sendiri. Saya penasaran. Apalagi kitab suci mengatakan, “Jika kamu bersyukur, nikmatKu, akan Ku tambah, sebaliknya jika kamu kufur, tidak mau bersyukur, maka siksaKu sangatlah pedih.” A…
❤2💯1
Showing the 12 most recent of 20 posts we hold for @bapakangkasa. View and reaction counts are the latest single reading for each post, not a live figure, and a recent post is still accumulating both. A view count marked ≈ was rounded by Telegram before we ever saw it — t.me prints views in full below 1,000 and to three significant figures above, so ≈1,200,000 means somewhere between 1,150,000 and 1,249,999. Unmarked counts are exact. Text is reproduced from the public post preview and truncated for length.
A live page changes as we take new readings, so a citation should name the measurement it is based on, not just the URL. The line below cites the subscriber count as measured 5 September 2026 — this entry's latest reading, not the date you are reading this.
“BAPAK ANGKASA” (@bapakangkasa), 50 subscribers as measured 5 September 2026. Telegram Register, tgregister.com/channel/bapakangkasa.
Full measurement history, CC BY 4.0. Every reading this register holds for this entry, not just the latest one, as a dated, downloadable record: CSV · JSON. Free to use with attribution to tgregister.com. Each file carries its own generation timestamp, which is the figure to cite for exactly when the data was retrieved.