Selain hasilnya tidak akan maksimal, bisa berdampak buruk juga untuk bisnisnya Jadi harapan saya setelah tahu akan hal ini, nggak ada lagi sahabat yang melakukan 7 hal diatas 😊 Oke sekian sharing dari saya, silakan jika ada yang mau didiskusikan

Channel
Sany Ulfah Mumtazah
@SanyUlfahMumtazah
On this record: Topic · Growth · Engagement · Posts · Cite this entry
47subscribers
-1 since we began measuring on 6 August 2026
Risers and fallers across the register · movement among entries of Under 1,000.
Register entry
| Telegram ID | -1001119616665 |
|---|---|
| Type | Channel |
| Username | @SanyUlfahMumtazah |
| Created | Between 1 March 2017 and 2 April 2019 — estimated from Telegram’s id allocation, not measured. How this range is calculated. |
| First recorded | 10 August 2026 |
| Last confirmed live | 6 October 2026 |
| Measurements held | 3 |
| Confirmed unchanged | 3 times, most recently 6 October 2026 |
| On Telegram | t.me/SanyUlfahMumtazah |
Topic
Marketing & affiliate — a classification, not a measurement. An on-box language model (Qwen3.6-35B-A3B-FP8, prompt version 1) read this channel’s own recent posts on 29 September 2026 and assigned it the closest of 31 fixed categories, at 97% confidence. This is a model’s judgement about what the channel is likely to be about, not a fact this register measured the way a subscriber count or a view count is measured — it can be revised on a later pass, and it carries no weight anywhere else on this page. How this classification works, and why it has no browse page of its own yet.
Growth
| Measured (UTC) | Subscribers | Change |
|---|---|---|
| 14 Sept 2026, 14:39 | 47 | -1 |
| 10 Aug 2026, 12:46 | 48 | no change |
| 6 Aug 2026, 02:13 | 48 | first reading |
Engagement
20 posts held, back to 2 April 2019 — the reader has not yet reached the start of this channel’s public history, so older posts may sit further back, unread. Read across 1 page of Telegram’s post history, 20 posts per page.
Nothing published in the last 30 days. ERR and ER are rolling 30-day measures, so there is nothing to compute — we hold 20 posts for this entry, the most recent from 3 April 2019. An engagement rate over an empty window would be a number about nothing.
Recent posts
Jika Anda terus-menerus promosi berulang kali pada kolam yang sama, maka sama saja Anda seperti memancing ikan pada kolam yang sudah keruh. Akhirnya, tentu promosi yang Anda lakukan tidak memberikan hasil yang maksimal. Itulah 7 hal yang harus dihindari dalam menggunakan Whatsapp sebagai sarana marketing. Karena teman-teman sudah tahu salahnya, jangan sampai teman-teman melakukan hal-hal di atas, ya, hehehe ….
*7. TIDAK KONSISTEN MENAMBAHKAN KONTAK* Agar menghasilkan penjualan rutin dari WhatsApp, maka Anda harus konsisten menambahkan kontak WhatsApp Anda. Ibarat bercocok tanam, bagaimana mungkin Anda bisa memanen penjualan yang banyak jika Anda tidak rajin menabur benih, dengan terus menambah kontak.
Foto dari Sany Ulfah Mumtazah
Dan jika ada beberapa orang yang report ataupun block kontak kita di WhatsApp, maka akan mengakibatkan nomor WhatsApp kita akan di-block permanen oleh WhatsApp. Oleh karena itu, sangat penting sekali untuk meminta orang yang kita kontak untuk jangan lupa menyimpan kontak kita agar terhindar dari block permanen dari WhatsApp
*6. TIDAK SALING SAVE KONTAK WHATSAPP* Kesalahan fatal yang biasanya dilakukan lainnya adalah tidak saling save nomor kontak. Akibatnya, selain tidak bisa kirimkan pesan broadcast, terdapat opsi report spam ataupun block pada kontak yang tidak disimpan. Masih adanya opsi block ataupun report spam ini mengakibatkan makin tinggi kemungkinan kita di-block oleh orang yang tidak menyimpan kontak kita.
Pada hakikatnya, WhatsApp adalah *social messaging platform* sehingga perlakukanlah kontak Anda dengan sepatutnya, yaitu dengan memberikan sesuatu yang bermanfaat dengan mereka. Dengan demikian, mereka pun merasa Anda tulus berkomunikasi dengan mereka di WhatsApp, tidak hanya mau jualan, tapi juga mau membangun interaksi dengan mereka.
*5. KESERINGAN JUALAN* Sekalipun kita ingin menggunakan WhatsApp untuk meningkatkan penjualan, tapi sangatlah tidak baik jika kita hanya jualan terus-terusan ke kontak konsumen kita yang ada di WhatsApp.
Tujuannya adalah untuk memudahkan kita dalam melakukan kategorisasi terhadap kontak yang ada di WhatsApp tersebut, sehingga kita bisa menggunakan pendekatan yang tepat saat melakukan promosi pada kontak konsumen yang ada. Selain itu, dengan adanya ketegorisasi kontak ini juga semakin memudahkan kita dalam melakukan follow up ataupun pembagian jadwal promosi sehingga kontak yang ada tidak merasa keseringan kita promo…
*4. Menggabungkan WhatsApp Personal Dengan Bisnis* Kesalahan fatal lainnya yang umum dilakukan adalah menggabungkan WhatsApp personal dengan bisnis. Sekalipun 1 kontak WhatsApp bisa mengakomodir beberapa keperluan sekaligus, akan lebih lebih tentunya jika kita memisahkan antara WhatsApp personal dengan bisnis.
Dan dengan tidak adanya kedekatan yang terbangun maka tidak akan ada pula *trust* antara kontak yang Anda miliki dengan diri Anda. Dengan begitu tentunya penjualan yang banyak dari WhatsApp tidak bisa diraih jika tidak ada trust antara calon konsumen kita di WhatsApp dengan kita sebagai penjual
*3. TIDAK MEMBANGUN INTERAKSI* Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah tidak membangun interaksi dengan kontak yang ada. Kebanyakan orang akan langsung jualan setelah mendapatkan kontak seseorang. Jangan sampai kita hanya berfokus menambahkan kontak namun tidak membangun interaksi dengan kontak yang ada, sehingga pada akhirnya sekalipun kita punya kontak WhatsApp yang banyak tapi tidak ada kedekatan yang terban…
Showing the 12 most recent of 20 posts we hold for @SanyUlfahMumtazah. View and reaction counts are the latest single reading for each post, not a live figure, and a recent post is still accumulating both. A view count marked ≈ was rounded by Telegram before we ever saw it — t.me prints views in full below 1,000 and to three significant figures above, so ≈1,200,000 means somewhere between 1,150,000 and 1,249,999. Unmarked counts are exact. Text is reproduced from the public post preview and truncated for length.
Cite this entry
A live page changes as we take new readings, so a citation should name the measurement it is based on, not just the URL. The line below cites the subscriber count as measured 14 September 2026 — this entry's latest reading, not the date you are reading this.
“Sany Ulfah Mumtazah” (@SanyUlfahMumtazah), 47 subscribers as measured 14 September 2026. Telegram Register, tgregister.com/channel/SanyUlfahMumtazah.
Full measurement history, CC BY 4.0. Every reading this register holds for this entry, not just the latest one, as a dated, downloadable record: CSV · JSON. Free to use with attribution to tgregister.com. Each file carries its own generation timestamp, which is the figure to cite for exactly when the data was retrieved.